BUKAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL TAPI SEKOLAH BERTARIF INTERNASIONAL

Posted: Februari 15, 2010 in berita, opini, pendidikan
Tag:, , , , , , , , , ,

RSBI/SBI diibaratkan adalah sebuah pangkat dari pemerintah departemen pendidikan kepada sekolah yang mampu menghasilkan SDM dengan kualitas terbaik. Sekolahan tersebut berkewajiban menanggung semua beban dan amanah dari pemerintah. Salah satunya adalah dapat menghasilkan dan mendidik murid murid dengan standar kualitas Internasional, setidaknya untuk dapat bersaing dengan negara maju lainnya. Sehingga dari situ juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan/keterbelakangan teknologi  bangsa Indonesia dari Negara yang lain.

Sekolah  yang mendapatkan gelar tersebut tentunya beranggapan bahwa perlunya diadakan penataan ulang yaitu mengubah seluruh perangkat dasar/fasilitas yang ada dan juga sistim pengajaran  yang dilakukan. Banyak anggapan “Karena sekolah ini  berstandar  internasional maka semuanya berstandar internasional juga”. Tentunya, sadarkah kita kalau semuanya itu itu butuh proses dan juga dana yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, Banyak dari sekolah yang berlabelkan RSBI/SBI berencana untuk  menaikan SPP siswa demi kelangsunga label tsb. Tidaklah heran, kalau misalnya banyak wali murid yang menentang rencana tsb lantaran ekonomi yang sedang sulit. Tetapi itu semua tak ada gunanya sehingga banyak rumor yang bicara “BUKAN SEKOLAH BERTARAF INTRENASIONAL TAPI SEKOLAH BERTARIF INTERNASIONAL” sungguh menyedihkan. Saya pribadi sebagai  murid SBI tidak habis pikir dengan rumor tersebut.

Kenyataan pahit SBI dapat dilihat ketika PSB (Pendaftaran Siswa Baru) dibuka. Banyak orang yang tidak mampu mengeluhkan tentang biaya tadiini meskipun mereka tau bahwa anaknya perlu untuk masuk di sekolahan terbaik. Pembaca dapat membayangkan bagaimana akibatnya bukan? Ya, banyak dari mereka yang berpikiran seperti ini “ dari pada saya tidak makan gara gara sekolah anak saya, lebih baik tidak usah saya sekolahkan saja anak saya di sana, toh juga banyak sekolah yang tak kalah buruknya.” Padahal mereka tau anak anaknya memiliki kemampuan di atas rata rata.

Tentunya hal itu menjadi masalah yang sangat serius bagi Sekolah SBI/RSBI. Bagaimana tidak sekolah yang seharusnya menjadi bintangnya sekolah kini tidak lagi memiliki kualitas yang terbaik.  Banyak calon siswa berprestasi yang enggan mendaftarkan dirinya ke sekolah terbaik lantaran orang tuanya tergolong tidak mampu.  Meskipun kita mengetahui  tidak sedikit anak berprestasi yang berasal dari kalangan orang mampu.

Untuk mengatasi masalah tersebut. Pihak sekolah akan memberikan beasiswa terhadap siswa yang berprestasi . tetapi sampai sekarang pun, malangnya, masih ada saja orang tua yang enggan mengambil kesempatan tsb.

Komentar
  1. fontie mengatakan:

    sama seperti skolah saya, fasilitas yg didapatkan sama seperti siswa yg reguler, seperti tidak ada perbedaan antara siswa SBI sama reguler.. mengecewakan..

    • farid nizar mengatakan:

      saya sebenarnya sebagai murid sendiri juga prihatin maz….. tp ya mau gmn gy…. demo juga ga mungkin….. yang cuma saya bisa nulis kritik ini semoga saja pemeritah menindak lanjuti perkara ini….. saya harap SBi menjadi label yg benar benar SBI …… heheeh salam kenal…..

  2. alice pngen gituan mengatakan:

    🙂🙂

  3. indonesiatekno mengatakan:

    menurut saya, titik terpenting dari sebuah sekolah adalah pembentukan karekter dari siswanya. Entah itu bertaraf internasional ataupun tradisional. Kalau siswanya dididik menjadi orang yang hanya mengejar nilai dengan segala cara, ya tidak ada apa-apanya.

    salam kenal…

    http://www.indonesiatekno.wordpress.com

  4. indonesiatekno mengatakan:

    dan yang terpenting adalah kualitas bukan fasilitas, walaupun fasilitas juga berperan andil. Walau sekolah lokal tapi kualitas internasional, why not?!

    Dan juga sebenarnya apa sih tolak ukur sekolah itu, dikatakan bertaraf internasional?

  5. adityafacilitator mengatakan:

    Bener loh.. disekolah anak saya (SBI juga) gak ada pungutan yang memberatkan.. sukarela saja… sampai sekarang.. terakhir saya baca di koran Jawa pos, smpn 1 surabaya ini mendapatkan nilai ujian tertinggi se Indonesia.. nah kalau yang ini salah satu kegiatan anak saya saat liburan latihan berbisnis saat liburan..
    (numpang blog walking)
    BTW blog ini bagus sekali.. anak saya harus belajar sama Nyzar’s.. terimakasih…

  6. Ki Mangli mengatakan:

    nyong setuku kue pendapate karo rika.
    pancen nyatane kaya kue koch RSBI/SBI.

    rakyat kecil yang jadi korban.

    Lam kenal.wong jawa.

    mari kita raih kejayaan nusantara di era ini …

    http://kimangli.co.cc

    • jendelakatatiti mengatakan:

      Waduh RSBI dan RSBN itu menandakan pemerintah kurang percaya diri . Perbaiki kulitas pendidikan tidak cukup membuat sekolah yg konon bertaraf internasional yg tarifnya mencekik leher akhirnya siswanya jadi eklusif hanya anak orang kaya.
      Sekolah tanpa embel-embel pun jika mendidik dengan baik mengajak siswa untuk belajar kreatif, mau berpendapat, menghagai perbedaan, siswa berkarakter dan berakhlak mulia itulah pendidikan sejati yg diperlukan Indonesia, bukan sekedar embel-embel yg semua gurunya hrs mengajar dgn bahasa Inggris, itu menurut saya sih sekali lagi menunjukkan bangsa yg minder tidak mau menhargai bahasa Indonesia. Belajar bahasa Inggris ya pada pelajaran bahasa Inggris.
      Yang terpenting siswa dididik untuk suka seni musik, rupa, tari, suka olah raga , percaya diri, dan bangga jadi anak Indonesia yang juga bangga berbahasa Indonesia. Bukannya menomor duakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris jadi no 1.

    • farid nizar mengatakan:

      ayo!!!!!! saya dukung anda….. heheheh

      butuh generasi yang benar benar bersih untuk mengangkat indonesia dari keterpurukan…..

  7. sekarsidan mengatakan:

    ada-ada aja..hehehe lucu dan menarik judulnya…

  8. Gu Agung mengatakan:

    kita cuma bisa ngomong, mengelus dada, dan mensupport,😀

  9. demoffy mengatakan:

    huft…
    tapi kalau untuk kemajuan… aku setuju..🙂

  10. Rendra mengatakan:

    Kasian juga orang yang pinter tp gak mampu.. Sekolah,disuruh OL tiap hari, buat ngambil tugas.. ke warnet jg pake uang pak.. eh, malah denger2 ada yg ngewajibin bawa laptop.. Yang pintar tp punya, semakin maju, yang pintar gak punya, semakin terpuruk…

  11. azzaam mengatakan:

    indonesia, pengen gaji gedhe tapi kerja dikit..
    hingga sekolah pun dikorbankan…

  12. HAPIA Mesir mengatakan:

    karena memang dinegara kita tarifnya mahal2..jadi tarif standar internasional..tapi mutu?? biasa aja…

  13. Artikel Islami mengatakan:

    pemerintah kiranya belum terlalu siap dengan anggaran 20% dari APBN.. menyediakan sekolah murah..masih bertajuk tema…

  14. progoharbowo mengatakan:

    Kelihatannya tujuan awal RSBI diselewengkan menjadi untuk kepentingan bisnis semata… bisnis yang sangat jauh dari idealisme pendidikan membangun bangsa…..

  15. Abied mengatakan:

    Selain itu juga, ternyata banyak guru SBI yang bahasa Inggrisnya belepotan.:mrgreen:
    Kasihan …
    Eh, saya juga posting tentang itu di Sini.
    Salam kenal …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s