Mari Budidayakan Jujur Sejak Dini

Posted: Februari 18, 2010 in opini, pendidikan
Tag:, , , , , , ,

Orang indonesia banyak yang mengatakan kalau “jujur  itu ajur”.  Hampir tak ada yang mengatakan kalau”jujur itu  mujur”. Ya begitulah sebuah ungkapan dari orang tak gena. Ungkapan yang terucap dari seseorang yang persepsinya keliru tentang kejujuran. Mungkinkah mereka belajar dari orang tua mereka? Atau di sekolah, entahlah bagaimana mereka bisa bilang seperti itu?

Memang terkadang jujur itu berakibat fatal pada dirinya atau orang lain. Misalnya saja untuk ujian sekolah, masih ada saja yang tidak jujur. Mereka selalu mencari peluang dalam kesempitan, entah itu mencontek atau membuka buku? ketika ketahuan pun mereka tidak mau jujur. Sungguh malangnya mereka. Mengorbankan harga diri mereka hanya untuk sebuah angka raport tak berguna.

Sobat, memang jujur itu kadang menyakitkan tapi percayalah ada sesuatu yang istimewa di balik itu semua. Dengan jujur kita dapat memperbaiki  dan menginstropeksi diri kita masing masing sehingga kita dapat menjadi lebih baik.  Tetapi banyak dari kita yang belum memahami  itu semuanya, kawan!

Sebenarnya ada ada 3 macam factor utama yang mempengaruhi pembentukan sikap jujur dalam diri seseorang:

  1. Orang Tua

Orang tua memegang peranan penting dalam hal ini. Karena pendidikan moral berasal dari orang tua. Pendidikan yang salah akan menyebabkan persepsi yang salah pula. Akibatnya banyak anak yang tak terkontrol atau terpengaruh dunia luar yang serba kotor. Penerapan sikap jujur seharusnya ditekankan sejak dini. Mengapa? Karena pada saat anak masih dini orang yang paling dekat dihatinya adalah orang tua, sehingga segala sesuatu yang didengar langsung dari orang tua akan mudah untuk diterima. Orang tua yang baik juga akan selalu mensasehati anaknya dengan hal yang baik pula. Tetapi terkadang orang tua itu tidak tau kalau anak itu juga meniru tingkah nya/temannya. Oleh karena itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik pada anaknya.

Pengaruh dari orang tualah yang harus dominan ketimbang dari temannya. Mengapa? Hal itu dilakukan demi menghindarkan anak pada hal yang buruk. Banyak orang tua juga yang salah paham mendidik anak. Ada orang tua yang selalu saja memaksa anaknya mendapat nilai yang baik dalam ujian tanpa menunjukan bagaimana cara yang benar untuk melakukannya. Karena beban yang berat itulah akhirnya menyebabkan dia berlaku curang pada suatu ujian.

  1. Lingkungan Sosial

Lingkungan ini sangat jelas berpengaruh pada diri anak. Lingkungan social yang baik akan menyebabkan anak  bersikap baik dan begitu pula sebaliknya ketika lingkungan social di sekitarnya buruk. Protektif dari orang tua telah maksimal tetapi karena pengaruh dari lingkungan yang salah lebih dominan bisa diakibatkan adanya penyelewengan. Oleh karena itulah, orang tua harus berhati hati dalam hal ini khususnya pada lingkungan sekolah sebagai lingkungan pembentuk karakter anak.

  1. Kebiasaan

Awalnya coba coba hingga terbiasa. Mungkin karena anak takut di hukum maka dia mencoba untuk berlaku tidak bohong. Karena ia menganggap hal ini menguntungkan baginya akhirnya ia sering melakukannya.

Sebenarnya kesadaran dari diri anaklah yang paling penting. Mengapa? Meskipun orang tua sedah menasehati seribu kali pun kalau dia tidak mau menerima dan menganggapnya hanya sebuah angin lewat, tidak ada guna. Oleh karena itu perlunya pemberian karakter yang benar dan penyadaran diri.

Komentar
  1. Artikel Islami mengatakan:

    terima kasih sobat.. link sobat telah terpasang dengan nama Farid Nizar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s