UTQ yang Mengesankan


UTQ yang dilaksanakan tanggal 25-27 mei itu sangat mengesankan hatiku, berkesan hebat, menyenangkan dan menegangkan pula. Tapi klo dibandingin ama UTQ yang lama masih kalah jauh bagusnya mulai dari panggungnya hiasannya dan dekorasinya ynag kurang kreatif. Bagaimana tidak, kamu tahu spanduknya yang di jadikan layout aja itu sebenarnya bekas dari anak SMP PI yang melakasanakan UTQ lebih dahulu. Membuat orang gila sudah.
Tapi di balik itu semuanya ada satu pereistiwa yang tak mungkin ku lupakan seumur hidup dan mungkin itu hanya sekali dalam hidup.
Jam menunjuk pukul 8.30. acara di mulai dengan pembukan yang dipandu oleh Fathamdani, pembacaan ayat suci al Qur’an oleh saudara Neryz abdul aziz, dan pembukaan oleh bapak kepala sekolah Bpk. Marni mulyana dan pembukan resmi oleh wakil pimpinan pondok Ustd. Zainal muttaqien. Beliau menggantikan Ust. Miftahuddin yang sedang ada urusan.
Tak lama kemudian. Acara inti di mulai dan di pojok kiri kami ada tiga juri yang akan menilai penampilan kami. Dari pojok kiri ustad Imam, ustad Bihaqi,Ustad maman. Langsung saja tampa basa basi pak imam mengambil sebuah gulungan kertas yang berisikan sebuah nama. Aku yang dari tadi agak santai kini mulai tegang bahawa siap yang akan meju untk penampilan yang pertama kali.
Dag,dig,dug,duar… undian di buka oleh usyad imam. Sejurus kemudian beliau mulai membisikan sesuatu kepada pak baihaqi. Dan pak baihaqi pun tersenyum kecil mendengarnya. Aku yang tak bisa tenang lagi ini mulai gugup dan yakin bahwa akulah yang kan maju pertama kali. Dan dengan suaranya yang khas ia mulai memanggil seseorang” dan yang akan maju pertama kali adalah ananda faridz nizar ahmadi” aku tidak bisa berkata apa apa lagi dan hatiku berkata “ benerkan aku mampus aku harus Pd”.
Aku yang tak kuasa ini berusaha meyakinkan diriku dulu aku harus yakin. Aku pun angkat kaki dari tempat dudukku dan mulai mengambil gulunagn kertas yang tak lain adalah soal yang akan dipertanyakan. Setelah itu aku maju ke depan panggung yang mana di sana hanya ada sebuah meja kecil berwarna hijau dan sebuah mikrophone di atasnya. Untuk soal SMP yang menguji adalah ustad maman. Sesekali aku palingkan mataku ini ke sisi audien dan tersenyum kecil agar itu bisa menambaah rasa kepercayaan diriku yang sempat hilang. “ Ya, farid nizar iqro’ surotu al adiyat”. Aku yang tadi mulai cemas akan soal yang akan diujikan kini mulai tenang dan aku pun mulai membacanya. Aku bereusaha sebaik mungkin aku ini dapat memberikan yang terbaik untuk audien, diriku sehingga nantinya tidak membuat diriku ini menyesal.
Ayat demi ayat aku baca dengan suara lantang, jelas dan sebaik mungkin tidak mengurangi nilai tajuwid yang ada di dalamnya. Karena aku tak ingin nilaiku ini berkurang. Aku ingin perfect aku harus menepati janjiku kepada seseorang. Alhamdulillah pak maman tidak menegurku sekali pun. Setelah selesai “ akhsanta(kamu baik)”. Aku pun tersenyum kecil menanggapinya. Alhamdulillah
Tetapi masih ada satu soal yang harus aku jawab yaitu soal jus 1. ini yang paling sulit. Tapi setelah menjawab pertanyaan pertama tadi dengan baik nilai kepercayaanku mulai tumbuh. Dan soal di ajukan. Ternyata soal yang diajukan itu soal pad halaman 18 dari jus 1 kau sich hafal tapi ada sedikit ada keraguan. Tapi aku tidak putus semangat aku mulai melantunkannya dengan baik dan baiknya ”akhsanta’. Aku mulai tersenyum gembira karena telah melaksanakan tugasku dengan baik. Dan aku mulai turun dari panggung dengan mengharap nilai seratus. Amin!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s